|
i-Charge.pps Size : 4.882 Kb Type : pps |


Latar Belakang
MXB International Holdings Sdn
Bhd dibentuk pada tahun 2008 sebagai sebuah mitra kerja stategis antara Star
Micro Technology Sdn Bhd dan Maxgaba International Trading Sdn Bhd.
Star Micro Technology Sdn Bhd didirikan pada tahun 2000 untuk mendesain situs
web dan produk-produk yang terkait sebagai bisnis inti. Tahun 2007 Perusahaan
ini bekerjasama dengan Zeromax, sebuah perusahaan Jepang yang mempromosikan
e-commerce dan menjual i-Charge dan komponen-komponen mobil lainnya.
Maxgaba International Trading Sdn Bhd didirikan pada tahun 2005 sebagai sebuah
bisnis penjualan langsung yang secara khusus menjual produk anti penuaan.
Menggabungkan keunggulan dari 2 perusahaan yang mapan dibidangnya, kerjasama
yang baru ini telah menetapkan visi “sebuah badan usaha global yang berorentasi
pada masyarakat umum agar setiap orang terbantu menjadi wirausahawan.”
MXB adalah tim terpadu para ahli yang berasal dari berbagai latar belakang:
1) Kami dapat mencapai sukses melalui kegiatan bisnis strategis di internet
2) Para market leader mendukung serta mengarahkan setiap orang untuk
mencapai penjualan yang sangat besar
3) Perusahaan menyediakan dukungan keuangan, teknik, logistik dan IT yang kuat
dan tepat waktu kepada semua rekan bisnis agar mereka dapat berhasil, sukses
tanpa keraguan.
Peluang MXB terbuka lebar. Dengan atau tanpa pengalaman jejaring, anda pasti
dapat meraih kesempatan emas ini dan secepatnya mulai!
Perkembangan di Jepang
Perkembangan Industri Mobil di Jepang
Tn Shintaro Yoshida umumnya dipandang sebagai bapak industri
mobil di Jepang. Tn Yoshida mendirikan pabrik mobil pada tahun 1904 di Tokyo
dan memproduksi mobil asli Jepang yang pertama, Takuri No.1 tiga tahun
kemudian. Setelah itu , semakin banyak pabrik mobil dibangun, sama seperti yang
terjadi di Cina pada tahun 80an. Atas permintaan militer, pemerintah Jepang
mengumumkan secara resmi "Undang-undang Insentif Mobil Militer" untuk
menyediakan dukungan keuangan bagi pabrikan mobil dan ini menjadi tenaga
pendorong perkembangan industri mobil di Jepang.
Setelah kekalahan di Perang Dunia Kedua, kantor pusat Kekaisaran memerintahkan
penghentian produksi mobil di Jepang. Namun hukum tersebut tidak diberlakukan
dengan tegas. Beberapa pabrik mobil seperti Honda, Toyo Industries dan Fuji
Heavy Industries masih meluncurkan model-model mobil baru. Akan tetapi pada
awal tahun 50an, mobil-mobil buatan Eropa dan Amerika lebih sering terlihat di
pasar Jepang dan situasi semakin memburuk karena harga-harga murah yang
terjangkau dari model mobil berukuran kecil. Hal ini menjadi kemunduran
industri mobil yang sempat menikmati masa jayanya. Pada masa yang kristis itu,
pemerintah Jepang memutuskan untuk memberlakukan pajak masuk sebesar 40% pada
mobil-mobil import, agar melindungi industri mobil dalam negeri (akan tetapi
peraturan pajak ini dihapus pada tahun 1978 dan hingga sekarang mobil-mobil
import bebas pajak). Pada saat yang sama, investasi dan modal asing tidak
diperbolehkan masuk ke industri mobil Jepang. Agar dapat bertahan, pemilik
industri mobil kecil menyetujui kerjasama bertahap dengan pabrikan mobil asing,
dengan istilah “kerjasama bisnis” atau “kerjasama teknik”. Hanya Honda yang
tetap tidak terikat dan berdiri sendiri mengembangkan model-model mobil dalam
negeri. dan Rusia 1910.(?)
Pada tahun 1965, penghubung dari jalan bebas hambatan yang menghubungkan kota
Nagoya dan Kobe memulai era transportasi berkecepatan tinggi di Jepang. Sejak
saat itu mobil telah menjadi barang yang umum dimiliki dan hak memiliki mobil
yang muncul tiba-tiba memicu para konsumen membeli mobil. Hingga tahun 1967,
Jepang telah melampaui Jerman menjadi negara pembuat mobil ke dua terbesar di
dunia.
Di tahun 70an, dua peristiwa “krisis minyak” menggangkat popularitas mobil
buatan Jepang yang hemat bahan bakar dan berukuran kecil. Ekspor mobil
meningkat secara eksponensial dan Honda, Nissan, Fuji Heavy Industries dan
Suzuki dalam waktu singkat menjadi pabrikan mobil tingkat dunia. Sejak tahun
1972 (1772?) sampai 1976 Honda telah membuat 10 juta mobil dalam empat tahun.
pada tahun 1980, total produksi mobil di Jepang telah mencapai 11.04 juta unit
dan mengalahkan Amerika Serikat, menjadi pembuat dan pengekspor mobil di dunia.
Ekspor dalam jumlah besar ke Amerika Serikat telah membuat defisit perdagangan
yang mengejutkan Amerika Serikat. Dan persoalan perdagangan mobil Amerika
Serikat-Jepang memuncak menjadi persoalan politik yang mempengaruhi hubungan
diplomatik antara kedua Negara. Untuk menghindari konflik lebih lanjut dan agar
tetap seperti aslinya, Toyota, Honda dan Nissan memindahkan pabriknya ke tanah
Amerika.
1. Apa itu i-CHARGE?
Jawab: i-CHARGE adalah produk elektronik khusus yang dibuat dengan terdiri dari 3 sistem; yaitu Voltage Stabilizer System, Battery Doctor System dan Interference Reducer System.
2. Bagaimana i-CHARGE dapat membantu mobil saya ? Apa keuntungan yang saya peroleh bila menggunakannya ?
Jawab: 3 sistem yang ada pada i-CHARGE membantu mobil anda bekerja dengan kondisi optimal.
Voltage Stabilizer System (VSS) ditujukan untuk menjaga kestabilan voltase listrik pada semua jaringan listrik dan perangkat elektronik pada mobil. Apabila terjadi kelebihan beban daya listrik secara tiba-tiba, seperti saat memacu kendaraan atau menyalakan AC, maka i-CHARGE akan mencegah kekurangan daya dari jaringan elektrik lainnya sehingga dapat bekerja secara optimal.
Battery Doctor System (DBS) adalah sistem yang akan membantu pemilik kendaraan untuk memeriksa voltase baterei dengan 1 sentuhan tanpa membuka kap mobil. Bahkan pengemudi wanita dapat menggunakan sistem itu untuk mengetahui kondisi baterei dengan mudah.
Interference Reducer System (IRS)
berfungsi untuk mengurangi gangguan bunyi antar perangkat elektronik
yang terdapat di dalam mobil. Saat ini hampir semua mobil menggunakan
banyak perangkat elektronik, seperti tubuh manusia, memiliki “actuator”
(sama seperti saraf penggerak tangan) dan “reflector” (sistem saraf
tangan). Signal perangkat elektronik di tangkap actuator (seperti
sensor benturan) dan dikirim ke CPU kemudian diproses, data baru
dikirim kembali ke reflector untuk memperbaiki masalah. Situasi itu
akan berakibat pada keakuratan respon CPU mobil anda. Jadi IRS akan
menyaring sinyal kebisingan dan mengkondisikannya agar tidak mengganggu
keakuratan pemindahan sinyal antara actuator dan reflector untuk performa mobil yang lebih baik.
3. Bagaimana memasang dan menggunakan i-CHARGE ?
Jawab: Menggunakan i-CHARGE semudah membaca ABC. Cukup memasang soket i-CHARGE ke soket pemantik api dan i-CHARGE langsung bekerja.
4. Berapa lama i-CHARGE bertahan ?
Jawab:
Umumnya semua perangkat elektronik rata-rata dapat bertahan 5 tahun,
demikian juga dengan i-CHARGE. Pemakaian dengan cara yang baik dapat memperpanjang usia pemakaian hingga 10 tahun.
5. Bagaiman saya mengetahui kalau i-CHARGE berhenti bekerja ?
Secara
teori i-CHARGE akan selalu bekerja kecuali terjadi kerusakan. Anda
dapat memeriksa setiap saat dengan menekan tombul BDS pada panel
i-CHARGE. Jika lampu LED berkedip, berarti i-CHARGE berfungsi. Jika
lampu LED tidak menyala bukan berarti i-CHARGE tidak berfungsi, tetapi
dianjurkan Anda membawa i-CHARGE untuk diperiksa lebih lanjut. Jika
garansi produk masih berlaku, akan dilakukan perbaikan atau penggantian
tanpa dikenakan biaya.
6. Apa maksudnya jika tombol BDS ditekan lampu LED menyala Merah atau Hijau ?
Itu
adalah sistem cerdas yang digunakan i-CHARGE untuk menunjukkan
informasi tentang baterei mobil anda. 2 warna LED berbeda yang muncul
mengindikasikan : LED Hjau (ON) : Voltase Normal, kondisi baterei –
bagus LED Merah (ON) : Voltase tidak normal, periksa baterei atau ganti
bila perlu.
7. Bila i-charge tidak berfungsi, apakah akan menimbulkan kerusakan pada mobil ?
Jawab:
Tidak sama sekali ! i-CHARGE hanyalah tambahan perangkat yang bekerja
melalui baterei mobil. Jadi berfungsi sebagai “body guard” bagi mobil
anda, dan ketika i-CHARGE tidak berfungsi maka mobil akan kembali
seperti keadaan semula dan tidak akan berakibat apapun. Namun tentunya
anda tidak akan mendapatkan manfaat dari i-CHARGE atas mobil anda. Segera dapatkan penggantinya agar anda dapat memperoleh kembali manfaat i-CHARGE.
8. Jika saya sering memindahkan i-CHARGE dari satu mobil ke mobil lain, apakah hal itu akan mempengaruhi fungsi mobil ?
Jawab: Tidak akan ! Sepanjang anda mencabut dan memasangnya dengan hati-hati. Namun saran kami, jangan gunakan 1 i-CHARGE untuk beberapa mobil, sehingga kemungkinan merusak soket i-CHARGE juga soket pemantik api mobil anda. Jadi bila anda pikir i-CHARGE cukup bermanfaat, gunakan 1 i-CHARGE untuk setiap unit mobil yang anda miliki. Seringnya memindahkan i-CHARGE untuk beberapa mobil dapat mengurangi usia i-CHARGE itu sendiri.
9. Jika saya gunakan i-CHARGE dalam waktu sebentar, kemudian menggunakannya lagi – apakah itu tidak akan merusak mobil ?
Jawab:
Tidak ! Ketika anda melepas i-CHARGE, mobil akan kembali seperti
keadaan semula. Anda akan mendapatkan manfaat i-CHARGE ketika
memasangnya kembali.
10. Apakah i-CHARGE aman untuk mobil saya ?
Jawab:
Ya, i-CHARGE sangat aman karena menggunakan daya DC (Direct Current)
dari baterei mobil, sehingga tidak mengandung radio aktif atau
gelombang magnetis sama sekali. Hanya perangkat yang menggunakan daya
AC (Alternating Current) seperti perangkat elektronik rumah tangga yang
menimbulkan gelombang berbahaya bagi tubuh. Memasang i-CHARGE tidak akan merubah apapun, jadi tidak akan menimbulkan kerusakan pada mobil anda.
11. Dapatkah saya gunakan i-CHARGE untuk sepeda motor ?
Jawab:
Bisa dan akan bekerja persis seperti penggunaan pada mobil. Tetapi
umumnya sepeda motor tidak memiliki soket pemantik api, sehingga anda
harus memasangnya terlebih dahulu sebelum memasang i-CHARGE. Anda dapat
juga berkonsultasi jika ingin memasang i-CHARGE untuk sepeda motor.
12. Bagaimana i-CHARGE dapat menghemat bahan bakar ?
Jawab: Konsumsi bahan bakar pada mobil tergantung pada putaran mesin. Dan perputaran mesin tergantung pada daya voltase. Semua ahli mekanik mesin mengetahui bahwa daya voltase normal adalah 12.000 – 14.000 volt. Kita tidak ingin membawa pembangkit listrik besar pada mobil, jadi digunakan daya induksi untuk menghasilkan daya dari baterei (12 V) sehingga aman. Tapi sisi buruknya dari cara ini, jika terjadi perubahan 0,1 V pada voltase baterei akan mengakibatkan perubahan 100 V daya pada dapur pacu. Hal itu akan mengakibatkan pembakaran mesin tidak efisien dan tidak sempurna. Pembakaran yang tidak sempurna akan menimbulkan pemborosan bahan bakar. I-CHARGE memiliki fungsi utama untuk menjaga kestabilan voltase baterei, menyimpan dan melepaskan daya ketika terjadi perubahan pada voltase kelistrikan, menjaga baterei bekerja lebih stabil dan menjaga kestabilan voltase kelistrikan pada mobil. Hasilnya penghematan bahan bakar dengan sistem pembakaran yang sempurna.
13. Akankah i-CHARGE memperpendek umur baterei mobil ?
Jawab:
Mungkin anda berpikir mustahil jika i-CHARGE dapat menyimpan dan
menyalurkan daya dari baterei sehingga meningkatkan daya baterei itu
sendiri dibandingkan sebelum dipasang. Malah sebaliknya, i-CHARGE
seperti baterei ke dua, jadi akan mengurangi beban baterei dan
memperpanjang usianya.
14. Jika saya tidak mencabut i-CHARGE ketika mematikan mesin mobil, apakah itu akan mempengaruhi baterei ?
Jawab:
i-CHARGE membutuhkan daya listrik yang sangat kecil untuk berfungsi,
bahkan terlalu kecil dibandingkan dengan kapasitas daya baterei mobil.
Jadi Anda tidak perlu mencabut i-CHARGE jika mobil digunakan secara
rutin. Beberapa jenis mobil mempunyai sistem pemutus hubungan elektrik
secara otomatis saat mesin dimatikan. Saran terbaik dari kami, jika
anda tidak menggunakan mobil selama sebih dari 1 minggu sebaiknya cabut
baterei mobil. Untuk pengguna sepeda motor, cabutlah i-CHARGE untuk
menghindari pencurian dan habisnya daya baterei motor yang lebih kecil
disbanding baterei mobil.
15. Siapa yang boleh menggunakan i-CHARGE ?
Jawab: i-CHARGE ditujukan untuk semua pemilik mobil,
secara khusus mereka yang memiliki mobil tua dimana semua peralatan
elektriknya sudah lemah. I-CHARGE akan menstabilkan voltase bagi semua
peralatan elektrik tersebut sehingga dapat bekerja lebih efektif.
Dampaknya adalah AC yang bekerja lebih baik, lebih mudah menyalakan
mesin, lebih hemat bahan bakar, performa mesin lebih baik, dan
sebagainya. I-CHARGE juga dapat digunakan pada semua jenis kendaraan
seperti sedan, SUV, pick-up, truk, mobil sederhana, mobil mewah, mobil
balap, dan sebagainya.
16. Berapa lama i-CHARGE berfungsi setelah dipasang ?
Jawab: Biasanya hanya dalam waktu beberapa detik setelah pemasangan.
17. Apa perbedaan i-CHARGE dengan alat sejenis lain yang ada di pasar ?
Jawab: Tidak seperti alat sejenisnya, i-CHARGE memiliki keunikan 3 in 1 sistem yang diproduksi oleh perusahaan ZEROMAX – JEPANG yang berpengalamn selama bertahun-tahun di industri performa mobil. Jepang selalu meningkatkan teknologi secara berkelanjutan untuk memberikan keuntungan bagi konsumen produknya. Komponen teknologi mutakhir digunakan dalam i-CHARGE sehingga lebih tahan panas dan benturan dibanding dengan produk lainnya. Dengan bahan monocore aluminium, i-CHARGE tahan terhadap cuaca dan kelembaban untuk melindungi jaringan-jaringan di bagian dalamnya. Selain itu, i-CHARGE juga merupakan model pertama yang menggunakan soket pemantik api, sementara produk lain hars dipasang di bagian mesin. Itu berarti i-CHARGE terhindar dari udara panas, bahan kimia dan getaran mesin sehingga dapat bertahan lama.
18. Mengapa tidak dianjurkan untuk memasang dan melepas i-CHARGE selama mobil dikemudikan ?


